Minggu, 28 September 2014

MAKALAH MOTIVASI



BAB I
PENDAHULUAN



A.      Latar Belakang

Motivasi merupakan suatu dorongan terhadap diri kita agar kita melakukan sesuatu hal. Dorongan yang kita dapat itu bisa bersumber dari mana saja, entah itu dari diri kita sendiri atu pun dari hal atau orang lain. Dorongan yang kita sebut motivasi itu juga yang menjadi suatu sumber tenaga dalam kita mengerjakan suatu hal agar kita mencapai suatu tujuan yang kita inginkan. Dalam hal ini kegiatan yang kita lakukan dapat berbentuk negatif ataupun positif meskipun motivasi kita semua awalnya “baik”.

BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Motivasi
Motivasi berasal dari bahasa Latin, movere yang berarti bergerak atau bahasa Inggrisnya to move. Motif diartikan sebagai kekuatan yang terdapat dalam diri organisme yang mendorong untuk berbuat (driving force). Motif tidak berdiri sendiri, tetapi saling berkaitan dengan faktor lain, baik faktor eksternal, maupun faktor internal. Hal-hal yang mempengaruhi motif disebut motivasi.
Jadi motivasi adalah keadaan dalam diri individu atau organisme yang mendorong perilaku kearah tujuan. Sedang menurut Plotnik, motivasi mengacu pada berbagai faktor fisiologi dan psikologi yang menyebabkan seseorang melakukan aktivitas dengan cara yang spesifik pada waktu tertentu.
Motivasi adalah suatu kondisi yang menyebabkan atau menimbulkan perilaku tertentu, dan memberi arah dan ketahanan (persistence) pada tingkah laku tersebut.
Motivasi adalah suatu proses yang menghasilkan intensitas, arah dan ketentuan individual dalam usaha untuk mencapai suatu tujuan. Dimana intensitas adalah seberapa kerasnya seseoang berusaha, sedangkan ketentuan adalah ukuran seseorang seberapa lama seseorang dapat mempertahankan usahanya.
Motivasi dapat diartikan sebagai kekuatan (energi) penggerak seseorang yang dapat menimbulkan tingkat persistensi dan entusiasmenya dalam melaksanakan suatu kegiatan, baik yang bersumber dari dalam diri individu itu sendiri (motivasi intrinsik) maupun dari luar individu (motivasi ekstrinsik).

B. Konsep Motivasi
Motifasi menurut beberapa ahli :
  Menurut Malayu S.P. Hasibuan (2005:143). ”Motivasi adalah pemberian daya penggerak yang menciptakan kegairahan kerja seseorang agar mereka mau bekerja sama, bekerja efektif dan terintegrasi dengan segala daya upayanya untuk mencapai kepuasan.
  Menurut Anwar Prabu Mangkunegara (2007:93). “Motivasi adalah kondisi yang menggerakan pegawai agar mampu mencapai tujuan dari motifnya”.
  Menurut Marihot Tua Efendi Hariandja (2002:321). “Motivasi adalah faktor-faktor yang mengarahkan dan mendorong perilaku atau keinginan seseorang”.
  Menurut T. Hani Handoko (2003:252). “Motivasi adalah keadaan dalam pribadi seseorang yang mendorong keinginan individu untuk melakukan kegiatan-kegiatan tertentu guna mencapai tujuan”.
C . Macam-Macam Motifasi
Dalam membahas macam-macam motivasi belajar, ada dua macam sudut pandang, yakni motivasi yang berasal dari dalam pribadi seseorang yang biasa disebut ”motivasi intrinsik” dan motivasi yang berasal dari luar diri seseorang yang biasa disebut ”motivasi ekstrinsik”.
  Motivasi Intrinsik
Motivasi yang berasal dari dalam diri yaitu yang didorong oleh faktor kepuasan dan ingin tahu.Jenis motivasi ini timbul dari dalam diri individu sendiri tanpa ada paksaan dorongan orang lain, tetapi atas dasar kemauan sendiri.yang kemudian disebut juga dengan motivasi intrinsik. Motivasi ekstrinsik diwujudkan dalam bentuk rangsangan dari luar yang bertujuan menggerakkan individu untuk melakukan suatu aktivitas.
Ø  Pengertian Motivasi Intrinsik menurut Menurut Syaiful Bahri (2002:115); “Motivasi intrinsik yaitu motif-motif yang menjadi aktif atau berfungsinya tidak memerlukan rangsangan dari luar, karena dalam diri setiap individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu.”
Ø  Pengertian Motivasi Intrisnsik menurut A.M. Sardiman (2005:90); “Motivasi ekstrinsik adalah motif-motif yang aktif dan berfungsinya karena adanya perangsang dari luar.
  Motivasi Ekstrinsik
Motivasi yang berasal dari luar yaitu perangsang ataupun stimulus dari luar (sebagai contohnya ialah nilai, hadiah serta bentuk-bentuk penghargaan lainnya) adalah ‘motivasi ekstrinsik’. Jenis motivasi ini timbul sebagai akibat pengaruh dari luar individu, apakah karena adanya ajakan, suruhan, atau paksaan dari orang lain sehingga dengan keadaan demikian siswa mau melakukan sesuatu atau belajar.
A.    Aspek Motivasi
  Menurut Walgito ada 3 ( tiga ) aspek Motivasi diantaranya :
1.     Keadaan yang mendorong dan kesiapan bergerak dalam diri organism yang timbul karena kebutuhan jasmani, keadaan lingkungan, keadaan mental (berpikiri dan ingatan).
2.     Perilaku yang timbul dan terarah karena keadaan tersebut.
3.     Sasaran atau tujuan yang dikejar oleh perilaku tersebut

E.    Ciri – Ciri Motivasi
Menurut Plotnik ciri-ciri motivasi, yaitu sebagai berikut:
1.     Anda terdorong berbuat atau melaksanakan suatu kegiatan.
2.     Anda langsung mengarahkan energi anda, untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
3.     Anda mempunyai intensitas perasaan-perasaan yang berbeda tentang pencapaian tujuan itu.
F.    Fungsi Motivasi
 Dalam kegiatan belajar sangat diperlukan adanya motivasi. Belajar akan menjadi optimal kalau ada motivasi. Makin tepat motivasi yang diberikan akan makin berhasil pula pelajaran itu. Jadi motivasi akan senantiasa menentukan intensitas usaha bagi para siswa. Sehubungan dengan hal tersebut, Sardiman A.M. mengemukakan tiga fungsi motivasi sebagai berikut :
1) Mendorong manusia untuk berbuat
2) Menentukan arah perbuatan, yakni kearah tujuan yang hendak dicapai.
3) Menyeleksi perbuatan, yakni menentukan perbuatan-perbutan apa yang harus dikerjakan yang serasi guna mencapai tujuan.
G.    Bentuk Bentuk Motivasi
Penerapan tugas sebagai salah satu bentuk/cara untuk membangkitkan motivasi kinerja karyawan tentu dibutuhkan kehandalan manajer sebagai penggerak untuk bagaimana karyawan itu termotivasi dan maju untuk melakukan tugas-tugas yang diberikan yaitu :
  1. Hadiah
    Hadiah juga dapat dikatakan sebagai motivasi.
  2. Saingan/Kompensis.
    Saingan atau kompensis dapat juga dikatakan sebagai alat motivasi untuk mendorong kinerja karyawan.Persaingan, baik persaingan individual maupun kelompok dapat meningkatkan motivasi kinerjanya.
  3. Ego-Involment.
    Menumbuhkan kesadaran kepada karyawan agar merasakan pentingnya tugas dan menerimanya sebagai tantangan sehingga bekerja keras mempertaruhkan harga diri, adalah salah satu bentuk motivasi yang cukup penting.
  4. Pujian
    Apabila ada karyawan yang sukses yang berhasil menyelesaikan tugas dengan baik, perlu dierikan pujian.Pujian ini adalah bentuk yang positif dan sekaligus merupakan motivasi yang baik.
  5. Hukuman
    Hukuman sebagai bentuk yang negatif tetapi kalau diberikan secara tepat dan bijak bisa jadi alat motivasi.
H.    Teori Motivasi 
·         Teori Insentif
Yaitu teori yang mengatakan bahwa seseorang akan bergerak atau mengambil tindakan karena ada insentif yang akan dia dapatkan. Misalnya, Anda mau bekerja dari pada sampai sore karena Anda tahu bahwa Anda akan mendapatkan intensif berupa gaji. Jika Anda tahu akan mendapatkan penghargaan, maka Anda pun akan bekerja lebih giat lagi. Yang dimaksud insentif bisa tangible atau intangible.Seringkali sebuah pengakuan dan penghargaan, menjadi sebuah motivasi yang besar.
  Teori Hirarki Kebutuhan
Teori ini dikenalkan oleh Maslow sehingga kita mengenal hirarki kebutuhan Maslow.Teori ini menyajikan alasan lebih lengkap dan bertingkat. Mulai dari kebutuhan fisiologis, kebutuhan akan kemanan, kebutuhan akan pengakuan sosial, kebutuhan penghargaan, sampai kebutuhan akan aktualisasi diri
  Takut Kehilangan vs Kepuasan
Teori ini mengatakan bahwa pada dasarnya ada dua faktor yang memotivasi manusia, yaitu takut kehilangan dan demi kempuasan (terpenuhinya kebutuhan). Takut kehilangan adalah adalah ketakutan akan kehilangan yang sudah dimiliki. Misalnya seseorang yang termotivasi berangkat kerja karena takut kehilangan gaji. Ada juga orang yang giat bekerja demi menjawab sebuah tantangan, dan ini termasuk faktor kepuasan.Konon, faktor takut kehilangan lebih kuat dibanding meraih kepuasan, meskipun pada sebagian orang terjadi sebaliknya.
  Kejelasan Tujuan
Teori ini mengatakan bahwa kita akan bergerak jika kita memiliki tujuan yang jelas dan pasti. Dari teori ini muncul bahwa seseorang akan memiliki motivasi yang tinggi jika dia memiliki tujuan yang jelas. Sehingga muncullah apa yang disebut dengan Goal Setting (penetapan tujuan)
Berikut ini adalah teori Motivasi Menurut Malayu S.P. Hasibuan (2005:146)
  1. Meningkatkan moral dan kepuasan kerja karyawan.
  2. Meningkatkan produktivitas kerja karyawan.
  3. Mempertahankan kestabilan karyawan perusahaan.
  4. Meningkatkan kedisiplinan karyawan.
  5. Mengefektifkan pengadaan karyawan.
  6. Menciptakan suasana dan hubungan kerja yang baik.
  7. Meningkatkan loyalitas, kreativitas dan partisipasi karyawan.
  8. Meningkatkan kesejahteraan karyawan.
  9. Mempertinggi rasa tanggung jawab karyawan terhadap tugas-tugasnya.
  10. Meningkatkan efisiensi penggunaan alat-alat dan bahan baku
Menurut Malayu S.P. Hasibuan (2005:149), mengatakan bahwa ada dua metode motivasi adalah sebagai berikut:
  Motivasi Langsung (Direct Motivation)
Motivasi langsung adalah motivasi (materiil dan Non Materiil) yang diberikan secara langsung kepada setiap individu karyawan untuk memenuhi kebutuhan serta kepuasannya, jadi sifatnya khusus, seperti pujian, penghargaan, tunjangan hari raya, bonus dan bintang jasa.
  Motivasi Tidak Langsung (Indirect Motivation)
Motivasi Tidak langsung adalah motivasi yang diberikan hanya merupakan fasilitas-fasilitas yang mendukung serta menunjang gairah kerja atau kelancaran tugas sehingga para karyawan betah dan bersemangat melakukan pekerjaannya. Misalnya ruangan kerja yang nyaman, suasana pekerjaan yang serasi dan sejenisnya.


Indikator Motivasi
  Kuatnya kemauan untuk berbuat.
  Jumlah waktu yang disediakan untuk belajar atau bekerja.
  Kerelaan meninggalkan kewajiban/tugas yang lain.
  Ketekunan dalam mengerjakan tugas.
  Dapat mempertahankan pendapatnya.
  Ulet menghadapi kesulitan (tidak lekas putus asa).
  Lebih senang bekerja mandiri.
  Menunjukkan minat terhadap bermacam-macam masalah orang dewasa
  Pengukuran motivasi
Pengukuran motivasi belajar, dapat dilakukan dengan membuat sebuah instrumen pengukur yang memiliki rentangan. Rentangan tersebut kemudian diberi nilai secara kontinum dari yang tertinggi sampai yang terendah, berbentuk kode yaitu secara berturut-turut kode, misalnya:
1) SS (Sangat Setuju) dengan nilai 5,
2) kode S (Setuju) dengan nilai 4,
3) kode R (Ragu-ragu) dengan nilai 3,
4) Kode TS (Tidak Setuju) dengan nilai 2,
5) Kode STS (Sangat Tidak Setuju) dengan nilai 1
Model-model pengukuran motivasi kerja telah banyak dikembangkan, diantaranya oleh McClelland (Mangkunegara, 2005:68) mengemukakan 6 (enam) karakteristik orang yang mempunyai motivasi berprestasi tinggi, yaitu :
  1. Memiliki tingkat tanggung jawab pribadi yang tinggi,
  2. Berani mengambil dan memikul resiko,
  3. Memiliki tujuan realistik,
  4. Memiliki rencana kerja yang menyeluruh dan berjuang untuk merealisasikan tujuan,
  5. Memanfaatkan umpan balik yang konkrit dalam semua kegiatan yang dilakukan, dan
  6. Mencari kesempatan untuk merealisasikan rencana yang telah diprogramkan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar